31.1.16

When life gives you a hard track

Menulis sebenarnya bukanlah hobby saya. Namun, sejak saya masih duduk dibangku SD, saya senang sekali menulis buku diary. Setiap malam sebelum tidur, saya selalu meluangkan waktu sekitar 30 menit mengingat kejadian yang terjadi di hari itu dan menuangkannya dalam sebuah tulisan. Entah kenapa saya senang aja menulis hal-hal yang sebenarnya 'ga penting'. Sebelum mulai menulis diary, saya senang berkomunikasi dengan papa, mama, bahkan orang kerja dirumah saya dengan menggunakan surat. Bukan surat resmi sih, tetapi seperti kita lagi chat via tulisan. Yah, begitulah. Beberapa tahun kemudian sekitar tahun 2009, dunia blogging jadi nge-trend. Saya pun tertarik untuk mulai nge-blog. Saya mulai membuat blog sejak SMP kelas 2. Awalnya isi blog saya seperti diary yang saya biasa tulis tiap malam tapi ini versi online. Ada aja yang saya post, bunga lah, foto keluarga, bahkan saya pernah post dengan copying tulisan orang lain tentang 'Pemanasan Global'. Sejak SMP, saya senang sekali dengan topik ini. Berharap setelah saya tumbuh dewasa, saya bisa memberantas pemanasan global ini dengan membuat gerakan-gerakan dan organisasi yang mendukung hal ini. Namun, mimpi saya cuma sampai di bangku SMP saja. 

Sejak kecil, banyak sekali mimpi dan cita-cita yang ingin kita gapai. Namun, seiring berjalannya waktu semuanya berubah. Kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan. Seperti ada yang mengatakan bahwa 'Kita yang merencanakan, namun Tuhan yang menentukan'. I don't know if all of people in this world believe in God, but personally I believe God governs my life. Menyerah, pasti kita semua pernah merasakan untuk menyerah saja disaat cita-cita dan impian kita tidak tercapai dan berada dalam situasi sulit. Saya pernah merasakannya saat saya memasuki semester 7 dunia perkuliahan. Saat saya merasakan dimana keadaan yang benar-benar hectic dan under pressure. Saya merasakan dimana saya benar-benar tidak di support bahkan dengan teman dekat sendiri, dan menghadapi masalah yang begitu berat. Social problem. Perasaan ingin menyerah dan mundur selalu muncul dan menghantui saya. Namun, saya tengok kebelakang, melihat how far I've passed. Do I really need to give up...? 

***

Thank God, semua ada jalannya. Perlahan-lahan saya bisa melewatinya. Saat saya bisa melewatinya, bayangkan betapa bahagianya saya bisa melewati semua tantangan yang begitu berat. Saya yakin, kita semua bisa menghadapi semua tantangan yang berat. Yang paling penting adalah selalu ingat goal kita disaat kita mau menyerah. Ingat apa yang ingin kita capai dan orang-orang yang selalu mendukung kita. 

"Don't give up, the beginning is always the hardest. 
Keep moving forward."

Cheers,
Christa x


No comments:

Post a Comment