Let's Get Out Of This Town

March 10, 2016

Merantau. Tak pernah terbesit dipikiran saya untuk merantau. Keluar dari zona nyaman saya. Mencoba hidup sendiri, mandiri. Sampai pada akhirnya hari itu datang. Tak ingat kapan tanggalnya, namun itu terjadi di tahun 2013. Disaat saya masih bingung dengan jurusan kuliah yang akan saya ambil. Disaat saya mengikuti tes ini dan itu untuk bisa masuk kuliah. Sampai pada akhirnya hari itu datang. Memutuskan untuk pergi ke luar kota. Merantau.

Ada quote yang mengatakan, "Life begins at the end of your comfort zone". Kali ini saya akan menceritakan pengalaman yang didapat selama saya merantau di kota besar yang sangat keras dan kejam. 

Kota Cikarang, awalnya saya tidak tahu menahu dengan kota ini. Sebelumnya yang ada dipikiran saya Cikarang itu adalah Cengkareng which is dekat dengan bandara. Senang, perasaan saya waktu itu. Namun ternyata Cikarang adalah kota terpencil di bagian Jawa Barat. Kota yang merupakan kawasan industri dimana beribu-ribu polusi ada disana. Kota yang begitu panas dan jarang turun hujan. Saat pertama kali kesana, ingin rasanya untuk mengurungkan niat bersekolah disana. Namun, saya kemudian pikir "begini saja sudah menyerah". Dan akhirnya saya pun memutuskan untuk sekolah disana. Banyak orang mengira, saya kuliah di Jakarta. Kota metropolitan dan tempatnya anak gaul. No, you guys are wrong. Cikarang adalah kota yang jauh dari Jakarta. Untuk ke Jakarta memerlukan waktu satu sampai dua jam. Dan disinilah kisah merantau begins...

Kangen rumah! Pastinya. Hidup jauh dengan orang tua merupakan hal yang sulit bagi saya. Seringkali menangis mengingat rumah. Biasanya sarapan selalu disuguhkan mama sekarang semuanya sendiri. Bangun sendiri, cari makan sendiri, cuci baju, dll. Setiap weekend dimana hari berlibur dengan keluarga, selalu sendiri. Di kamar sendiri, dorm sepi karena teman-teman balik ke rumah. Sedih, yang saya rasakan. Namun, semua harus saya jalani. Waktu yang paling berat bagi saya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru adalah pada saat tahun-tahun pertama disana. Berat sekali.

Pada akhirnya saya bisa melawan rasa itu. Setelah hampir 3 tahun saya kuliah dan sebentar lagi akan selesai, banyak hal yang saya dapat dan membuka pikiran saya. Hal-hal yang tidak saya dapatkan dirumah. Bersosialisasi dan mendapat teman dari kota yang berbeda bahkan dari luar negeri, belajar mandiri dan mengatasi setiap masalah sendiri, mengatur waktu dan jadwal, dan sebagainya. 

Merantau itu memang sulit awalnya. Namun seiring berjalannya waktu semuanya terasa ringan. Kuncinya adalah jangan gampang menyerah. Semuanya tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Kalau kita berpikir susah, semuanya akan terasa susah. Sebaliknya, kalau kita berpikir ringan, semuanya akan terasa ringan. Only you can handle yourself, your life. It's all about you.


You Might Also Like

1 comments